Malam Jumat Jangan Hanya Begitu Saja, Ini Amalan yang Dianjurkan dalam Islam

Sempetin.com – Malam Jumat sering dianggap sebagai waktu yang istimewa oleh umat Islam. Tidak sedikit orang yang mengisinya dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalawat, hingga berdoa.

Namun, pertanyaannya: amalan malam Jumat apa yang benar-benar memiliki landasan dalam Al-Qur’an dan hadis?

Hal ini penting diperhatikan agar semangat beribadah tetap berjalan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Sebab, tidak semua amalan yang populer di masyarakat secara otomatis memiliki dalil yang sahih.

Secara umum, malam Jumat dimulai sejak matahari terbenam pada Kamis hingga terbit fajar Jumat. Karena itu, beberapa amalan yang berkaitan dengan keutamaan Jumat sudah dapat dilakukan sejak Kamis setelah Magrib.

Mengapa Jumat Menjadi Hari yang Istimewa?

Hari Jumat memiliki kedudukan khusus dalam Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat.”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Dalam hadis yang sama disebutkan beberapa peristiwa penting yang terjadi pada hari Jumat, termasuk penciptaan Nabi Adam ‘alaihissalam dan terjadinya kiamat pada hari tersebut. (HR. Muslim no. 854b)

Karena keutamaannya tersebut, seorang Muslim dapat memanfaatkan malam dan hari Jumat untuk memperbanyak amal saleh tanpa harus membuat ritual khusus yang tidak memiliki dasar.

Membaca Surat Al-Kahfi pada Malam atau Hari Jumat

Salah satu amalan yang banyak dikenal berkaitan dengan Jumat adalah membaca Surat Al-Kahfi.

Terdapat riwayat dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu mengenai keutamaan membaca Surat Al-Kahfi pada malam Jumat. Riwayat tersebut menyebutkan bahwa orang yang membacanya akan mendapatkan cahaya di antara dirinya dan Baitul Atiq. Riwayat ini terdapat dalam Sunan Ad-Darimi dan dinilai sahih oleh Al-Albani.

Ada pula riwayat yang menyebutkan:

“Barang siapa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, akan memancar untuknya cahaya di antara dua Jumat.”

Riwayat tersebut dicantumkan oleh Al-Baihaqi dan dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Mishkat al-Masabih.

Dengan demikian, membaca Surat Al-Kahfi dapat menjadi salah satu amalan malam Jumat yang baik untuk dilakukan. Tidak harus menunggu Jumat siang; seseorang dapat membacanya sejak malam Jumat hingga hari Jumat.

Memperbanyak Shalawat kepada Nabi ﷺ

Amalan berikutnya yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

QS. Al-Ahzab: 56.

Khusus pada hari Jumat, Rasulullah ﷺ juga memberikan anjuran untuk memperbanyak shalawat. Beliau bersabda:

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat.”

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Aus bin Aus radhiyallahu ‘anhu dan dinilai sahih oleh Al-Albani. (HR. Abu Dawud no. 1047)

Karena itu, malam Jumat dapat menjadi momentum untuk memperbanyak shalawat, misalnya dengan membaca shalawat yang diajarkan dalam hadis, tanpa harus menetapkan jumlah tertentu yang tidak ditetapkan oleh dalil.

Memperbanyak Doa dan Memohon kepada Allah

Jumat juga memiliki waktu yang sangat utama untuk berdoa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat suatu waktu. Tidaklah seorang Muslim meminta kepada Allah suatu kebaikan pada waktu tersebut, kecuali Allah akan memberikannya.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Sahih Muslim no. 852a dan 852e.

Karena waktu tersebut tidak disebutkan secara pasti dalam satu riwayat, seorang Muslim sebaiknya memperbanyak doa sepanjang hari Jumat, terutama pada waktu-waktu yang memiliki keutamaan berdasarkan keterangan para ulama.

Salah satu riwayat sahih menyebutkan waktu tersebut berada antara ketika imam duduk hingga salat Jumat selesai. (HR. Muslim no. 853)

Doa tidak harus menggunakan kalimat yang panjang. Mintalah kepada Allah ampunan, kesehatan, ilmu yang bermanfaat, kemudahan dalam kebaikan, dan segala sesuatu yang baik bagi dunia dan akhirat.

Bersiap untuk Salat Jumat dengan Sebaik-baiknya

Jika berbicara tentang amalan yang berkaitan dengan Jumat, persiapannya juga tidak boleh dilupakan.

Dalam Sahih al-Bukhari no. 883, Rasulullah ﷺ menjelaskan keutamaan mandi pada hari Jumat, membersihkan diri, memakai wewangian jika tersedia, kemudian berangkat menuju salat Jumat, tidak mengganggu orang lain, mengerjakan salat yang mampu dikerjakan, dan diam ketika imam menyampaikan khutbah.

Ada pula hadis Sahih al-Bukhari yang menyebutkan mandi Jumat, bersiwak, dan memakai wewangian apabila tersedia. (HR. Bukhari no. 880)

Perlu diperhatikan bahwa sebagian rincian hukum dalam hadis tersebut dibahas oleh para ulama. Karena itu, artikel ini tidak bermaksud menyederhanakan perbedaan pendapat fikih menjadi satu hukum untuk semua keadaan.

Tidak Perlu Membuat Amalan Khusus yang Tidak Ada Dalilnya

Semangat menghidupkan malam Jumat tentu merupakan sesuatu yang baik apabila dilakukan dengan ibadah yang memiliki dasar.

Namun, seorang Muslim juga perlu berhati-hati dalam menetapkan suatu amalan sebagai “amalan khusus malam Jumat” jika tidak ada dalil yang kuat.

Misalnya, jangan sampai seseorang meyakini bahwa harus melakukan ritual tertentu, membaca surat tertentu dengan jumlah tertentu, atau mengadakan ibadah tertentu setiap malam Jumat sebagai sunnah khusus, padahal tidak ada dalil sahih yang menetapkannya.

Prinsipnya sederhana: beribadah dengan dalil lebih baik daripada sekadar mengikuti kebiasaan.

Malam Jumat dapat diisi dengan membaca Al-Qur’an, memperbanyak shalawat, berdoa, berzikir, memohon ampun kepada Allah, dan mempersiapkan diri untuk menyambut hari Jumat.

Malam Jumat Jangan Hanya Berlalu Begitu Saja

Malam Jumat sebenarnya bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan seorang hamba dengan Allah.

Tidak perlu menunggu memiliki banyak waktu. Beberapa menit untuk membaca Al-Qur’an, bershalawat, beristighfar, dan berdoa dengan sungguh-sungguh sudah jauh lebih baik daripada membiarkan malam berlalu tanpa mengingat Allah.

Yang paling penting bukan banyaknya aktivitas, melainkan keikhlasan dan kesesuaiannya dengan tuntunan syariat.

Jika ingin mengisi malam Jumat dengan amalan yang memiliki landasan, membaca Surat Al-Kahfi, memperbanyak shalawat, memperbanyak doa, serta mempersiapkan diri untuk ibadah Jumat merupakan pilihan yang baik berdasarkan dalil-dalil yang telah disebutkan.

Kesimpulan

Amalan malam Jumat tidak harus dibuat rumit. Seorang Muslim dapat mengisinya dengan membaca Surat Al-Kahfi, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, memperbanyak doa dan zikir, serta mempersiapkan diri untuk melaksanakan salat Jumat dengan baik.

Yang tidak kalah penting, jangan mudah menyandarkan suatu amalan kepada Rasulullah ﷺ sebelum mengetahui status hadisnya. Dalam urusan ibadah, mengikuti dalil yang sahih merupakan bagian dari menjaga kemurnian ajaran Islam.

Semoga malam Jumat kita tidak hanya menjadi pergantian hari, tetapi menjadi kesempatan untuk semakin dekat kepada Allah, memperbanyak amal saleh, dan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.

More From Author

Gibran Jawab Putusan MK: Bisa Kuliah karena Lulus SMA, tetapi Pertanyaan soal Dokumen Belum Selesai

Investasi Emas Diduga Bodong: 86 Korban Rugi Rp25 Miliar, Promosi Figur Publik Ikut Disorot