Sudaryono Tegaskan Program MBG Bebas Titipan, Larang Pencatutan Nama Pribadi dan Keluarga

Sempetin.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dijalankan secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik titip-menitip proyek. Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menggunakan nama dirinya maupun keluarganya untuk memperoleh keuntungan dalam pelaksanaan program tersebut.

Pernyataan itu disampaikan setelah Sudaryono resmi dilantik sebagai Kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, seluruh proses kerja sama dalam Program MBG akan mengikuti aturan yang berlaku tanpa adanya perlakuan khusus kepada pihak tertentu.

Minta Publik Tidak Percaya Klaim Mengatasnamakan Dirinya

Sudaryono menegaskan bahwa apabila ada individu atau kelompok yang mengaku sebagai kerabat, teman dekat, atau orang yang memiliki akses khusus kepada dirinya untuk menawarkan proyek MBG, masyarakat diminta tidak mempercayainya.

Ia menekankan bahwa seluruh proses pengadaan maupun kemitraan dilakukan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, tidak ada ruang bagi praktik percaloan atau penggunaan kedekatan personal dalam menentukan mitra pelaksana program.

Transparansi Jadi Prioritas

Sebagai pimpinan baru BGN, Sudaryono menyatakan komitmennya membangun tata kelola yang akuntabel. Ia ingin setiap kebijakan dan kerja sama dalam Program Makan Bergizi Gratis dapat dipertanggungjawabkan serta diawasi oleh publik.

Menurutnya, keterbukaan dalam pengelolaan program merupakan salah satu cara menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bantuan benar-benar memberi manfaat bagi para penerima. Selain itu, ia membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun masukan demi penyempurnaan pelaksanaan program.

Program MBG Harus Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Sudaryono menegaskan bahwa tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis adalah meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dan kelompok sasaran lainnya. Oleh sebab itu, seluruh sumber daya yang terlibat harus difokuskan pada keberhasilan program, bukan pada kepentingan pribadi atau kelompok.

Ia berharap seluruh mitra yang terlibat menjalankan tugas secara profesional serta mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Komitmen Perkuat Integritas di BGN

Dalam masa awal kepemimpinannya, Sudaryono menempatkan integritas sebagai salah satu prioritas utama. Ia menginginkan BGN menjadi lembaga yang bekerja secara terbuka, berorientasi pada pelayanan publik, dan bebas dari praktik yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Dengan penegasan tersebut, Sudaryono berharap tidak ada pihak yang mencoba memanfaatkan nama pejabat atau keluarganya untuk mendapatkan proyek maupun keuntungan pribadi. Ia juga mengajak seluruh masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik.

More From Author

10 Cerita Humor Kocak untuk Mengusir Bosan, Dijamin Bikin Ngakak!

Piala Presiden 2026 Kembali Bergulir, Klub Manfaatkan Turnamen untuk Matangkan Persiapan Musim Baru