Sempetin – Putus cinta emang nggak pernah mudah. Tapi, move on bukan berarti harus penuh tangis dan drama. Menurut psikologi, ada cara yang lebih sehat dan realistis buat melepaskan seseorang tanpa menyiksa diri sendiri. Yuk, kita kupas bareng cara move on tanpa drama dari sudut pandang ilmiah!
1. Terima Dulu Realitanya (Acceptance)
“You can’t heal what you don’t acknowledge.” – Dr. Phil
Langkah pertama adalah menerima kenyataan bahwa hubungan itu sudah berakhir. Menurut psikolog Elisabeth Kübler-Ross, kita sering mengalami fase denial dulu (penolakan) sebelum bisa menerima kehilangan. Tapi semakin cepat lo menerima, semakin cepat juga proses penyembuhannya.
Tips:
- Tulis di jurnal: “Hubungan ini sudah selesai, dan itu nggak apa-apa.”
- Ucapkan dengan suara keras ke diri sendiri.
2. Jangan Tahan Emosi, Tapi Kelola
Psikologi menyarankan lo mengenali dan mengelola emosi, bukan menekannya. Menangis, marah, atau sedih itu normal. Yang bikin drama muncul adalah saat emosi dilampiaskan ke tempat yang salah (misalnya mantan, medsos, atau teman secara berlebihan).
Tips:
- Coba journaling, meditasi, atau olahraga ringan
- Hindari curhat berulang-ulang ke orang yang sama, itu bisa bikin stuck
3. Unfollow atau Mute Dulu (Bukan Dendam, Tapi Self-Respect)
Melihat update mantan tiap hari bisa bikin hati lo naik turun kayak roller coaster. Psikolog menyebut ini sebagai “trigger visual” yang memperlambat proses healing.
Solusi bijak:
- Unfollow atau mute sementara
- Jangan stalking (ini cuma nyakitin diri lo sendiri)
4. Alihkan Fokus ke Diri Sendiri (Self-Growth)
Menurut pendekatan positive psychology, fase setelah putus bisa jadi momentum buat tumbuh. Ganti fokus dari “kenapa dia ninggalin gue” ke “apa yang bisa gue pelajari dan tingkatkan dari pengalaman ini.”
Contoh kegiatan:
- Ikut kelas online
- Upgrade penampilan
- Mulai nulis blog/jurnal pribadi
5. Bangun Lingkungan Supportif
Jangan menyendiri terlalu lama. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial sangat penting dalam proses pemulihan emosional. Tapi ingat, pilih circle yang bikin lo maju, bukan yang malah gosipin mantan terus.
Tips:
- Nongkrong sama teman yang positif
- Hindari teman yang toxic atau malah ngebanding-bandingin lo
6. Detox Digital (Minimal 3–7 Hari)
Scrolling medsos terus bisa bikin overthinking. Psikolog menyebut ini sebagai cognitive overload. Coba istirahat dulu dari sosial media selama beberapa hari. Lo akan sadar: hidup itu lebih tenang saat kita nggak terus-menerus membandingkan diri.
7. Jangan Tunggu “Lupa”, Tapi Pilih “Lanjut”
Move on bukan soal lupa, tapi soal memilih untuk nggak terus hidup di masa lalu. Menurut psikolog klinis, closure sejati datang bukan dari mantan, tapi dari keputusan lo sendiri untuk berhenti mencari alasan kenapa semuanya berakhir.
Move On Itu Proses, Bukan Perlombaan
Setiap orang punya timeline masing-masing. Yang penting, lo nggak nyiksa diri sendiri atau menyalahkan siapa-siapa. Move on tanpa drama itu mungkin banget — asalkan lo kasih waktu buat diri sendiri, jaga kesehatan mental, dan terus melangkah maju.
Ingat: Healing isn’t linear, tapi setiap langkah kecil adalah kemajuan.

