Sempetin – Puasa Arafah merupakan ibadah sunah yang dianjurkan bagi umat Islam dan dilaksanakan setiap tanggal 9 Zulhijah, sehari sebelum Idul Adha. Pada tahun 2025 ini, Hari Arafah jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025.
Meski tidak wajib, puasa ini sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar. Salah satu keutamaannya adalah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim.
Namun, bagaimana jika seseorang masih memiliki utang puasa Ramadhan? Apakah masih boleh menjalankan puasa Arafah atau harus mengganti puasa Ramadhan terlebih dahulu?
Masih Punya Utang Puasa Ramadhan, Bolehkah Puasa Arafah?
Menurut Miftahul Huda, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), hukum terkait hal ini bisa dipahami dengan membedakan dua jenis waktu ibadah dalam Islam:
1. Ibadah Muwassa’ (waktu longgar)
Jenis ibadah ini memiliki waktu pelaksanaan yang fleksibel. Contohnya adalah salat lima waktu, yang bisa dilaksanakan selama waktu tersebut belum habis.
2. Ibadah Mudhayyaqah (waktu sempit)
Ibadah ini hanya dapat dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas, seperti puasa Arafah yang hanya berlaku pada 9 Zulhijah saja. Tidak bisa dilakukan sebelum atau sesudah tanggal itu.
Dengan kata lain, puasa Arafah termasuk ibadah berwaktu sempit dan tidak bisa diganti di hari lain.
Baca juga :
Yuk Puasa Arafah 2025! Ini Niat, Jadwal Lengkap, dan Keutamaannya
Pilihan Bagi yang Masih Memiliki Utang Puasa Ramadhan
Jika kamu masih memiliki hutang puasa dari bulan Ramadhan, ada dua opsi yang bisa dilakukan saat ingin menunaikan puasa Arafah:
1. Menjalankan Puasa Arafah Terlebih Dahulu
Kamu tetap bisa menjalankan puasa Arafah dan mengganti (qada) puasa Ramadhan di lain waktu. Ini karena waktu qada masih panjang, selama belum masuk Ramadhan berikutnya.
2. Menggabungkan Niat Puasa Qada dan Arafah
Kamu juga bisa menggabungkan niat untuk qada puasa Ramadhan dan puasa Arafah dalam satu hari. Jadi, cukup dengan satu kali puasa di tanggal 9 Zulhijah, kamu bisa mendapatkan pahala qada sekaligus pahala puasa Arafah.
Menurut mazhab Syafi’i, praktik seperti ini sah dan diperbolehkan.
Kesimpulan
Bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, puasa Arafah tetap boleh dilakukan. Kamu bisa memilih antara:
- Puasa Arafah dulu, lalu qada setelahnya, atau
- Menggabungkan niat qada Ramadhan dan sunah Arafah di tanggal 9 Zulhijah.
Yang terpenting, jangan menunda-nunda qada hingga melewati batas waktunya. Yuk manfaatkan keutamaan puasa Arafah dengan tetap memperhatikan kewajiban Ramadhan!


One thought on “Bolehkan Puasa Arafah Jika Masih Punya Utang Puasa Ramadhan? Ini Penjelasan MUI”
Comments are closed.