Sempetin – Bulan Muharram adalah salah satu bulan suci dalam kalender Hijriah, menjadi momentum tepat untuk memulai tahun baru Islam dengan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT
1. Membaca Doa Akhir Tahun
Doa akhir tahun dibaca sebelum Maghrib pada akhir tahun tanggal 29/30 Dzulhijjah
Teks Arab:
اللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Latin:
Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis-sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa halamta fîhâ ‘alayya bi‑fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilâ at-taubat min ba‘di jara’atî ‘alâ ma’shiyatik. Fa innî astaghfiruka faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.
Artinya:
“Ya Allah, apa saja amalku di tahun ini yang telah Engkau larang—sementara aku belum sempat bertaubat—yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu—meski Engkau Maha Mampu menghukumku—dan aku tetap membangkangmu. Sungguh aku memohon ampunan-Mu, ampunilah aku. Juga, segala amal baik yang Engkau ridhai dan janjikan pahala, aku memohon agar Engkau terima. Jangan Engkau putuskan harapanku hanya dari-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”
2. Membaca Doa Awal Tahun
Sementara doa awal tahun dibaca setelah Maghrib pada 1 Muharram.
Teks Arab:
اللّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Latin:
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’i, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau yang abadi dan qadim, yang atas karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang mulia kami sandarkan harapan. Tahun baru ini telah datang. Aku memohon perlindungan-Mu dari gangguan setan dan pengikutnya, serta pertolongan-Mu untuk mengendalikan nafsu yang selalu mendorong kepada kejahatan. Jauhkanlah aku dalam aktivitas yang mendekatkan-Mu dengan penuh kemuliaan dan kehormatan.”
3. Membaca Doa Khusus Setelah Ayat Kursi
Para ulama menganjurkan membaca Ayat Kursi sebanyak 360 kali, tiap awal bacaan diawali bismillah, sebagai bentuk penjagaan dari gangguan setan sepanjang tahun. Setelah itu, lanjutkan dengan doa berikut.
Arab:
اللَّهُمَّ يَا مُحَوِّلَ الْأَحْوَالِ حَوِّلْ حَالِي إِلَى أَحْسَنِ الْأَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا عَزِيزُ يَا مُتَعَالٍ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin:
Allohumma Yâ Muhawwilal-Aḥwâli ḥawwil ḥâlî ilâ aḥsanil-aḥwâli biḥawlik wa quwwatik, yâ ‘Azîzu yâ Muta‘âl, wa ṣallâ Allâhu ta‘âlâ ‘alâ Sayyidinâ Muḥammadin wa ‘alâ âlihi wa ṣaḥbihi wa sallam.
Artinya:
“Ya Allah, Dzat yang merubah segala keadaan, rubahlah keadaanku menjadi lebih baik dengan kekuatan dan daya-Mu, wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Tinggi. Semoga tercurah shalawat kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.”
Catatan: Jika kesulitan, bisa dikurangi pembacaan Ayat Kursi menjadi 36, 56, atau 170 kali, tapi tetap disertai minimal membaca bismillah tiap awal serta ditutup dengan doa di atas .
4. Puasa Sunnah 1 Muharram
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa puasa di bulan Muharram adalah yang terbaik setelah puasa Ramadan. Puasa pada tanggal 1 Muharram memiliki keutamaan besar, termasuk pahala seperti 30 hari puasa.
5. Dzikir, Shalat Sunnah & Tadarus Al-Qur’an
- Dzikir: perbanyak takbir, tasbih, tahmid, tahlil, dan istighfar terutama di malam 1 Muharram .
- Shalat sunnah: lakukan salat Tahajud, Taubat, Hajat, Witir pada malam hari.
- Tadarus Al-Qur’an: baca surat-surat pendek seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, dan Al-Kafirun, merenungi maknanya
6. Sedekah & Silaturahmi
Bersedekah dan menyambung tali silaturahmi di malam 1 Muharram adalah amalan yang sangat dianjurkan. Keduanya mendatangkan rahmat dan keberkahan tiada batas.
7. Amalan Tambahan: Mandi, Memotong Kuku, Usap Kepala Yatim
Beberapa sunnah dapat juga dilakukan di malam 1 Muharram meliputi: mandi jamas, memotong kuku, bersedekah kepada anak yatim, dan membaca Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali
Kesimpulan
Malam 1 Muharram adalah momentum spiritual yang krusial:
- Awali tahun dengan doa.
- Bentengi diri dengan Ayat Kursi & doa transformasi.
- Perkuat iman lewat puasa sunnah, dzikir, salat, dan baca Quran.
- Pererat hubungan sosial melalui sedekah dan silaturahmi.
- Tambahan amalan lain makin memperkaya keberkahan.

