Review “Final Destination: Bloodlines” (2025)

Sempetin – Kalau kamu penggemar franchise Final Destination, nitpick orang-orang selamat dilempar maut secara absurd, siap-siap senang: “Final Destination: Bloodlines” benar-benar comeback yang bikin greget. Film ini dirilis tanggal 16 Mei 2025 di AS (15–16 Mei di banyak negara lainnya) dan sekarang sudah bisa kamu tonton lewat VOD seperti Prime Video. Tapi, kalau kamu suka pengalaman paling maksimal—ini lebih cocok ditonton langsung di bioskop!

Plot & Premis

Yang bikin Bloodlines ini beda, Death (makhluk tak terlihat yang memburu mereka yang selamat) sekarang nyasar ke keturunan dari orang-orang yang pernah selamat sebelumnya.

Misalnya, Stefani (Kaitlyn Santa Juana), punya mimpi buruk soal bencana menghancurkan menara Skyview tahun 1968—yang ternyata dialami sebelumnya oleh neneknya, Iris (Brec Bassinger/Gabrielle Rose). Jadi, kalau kamu pernah selamat dari maut, jangan harap bisa aman—Death punya daftar panjang hingga ke anak cucu!

Visual & Kematian Kreatif

  • Gerakan maut khas FD: Gubernur set-piece ala Rube Goldberg—dari blender, elevator goyang, hingga gondola yang ngaco—semuanya bikin geleng-geleng kepala saking kreatifnya
  • Efek praktis dan CGI: Meski ada sedikit CGI kasar, overall efek praktisnya bikin kamu garuk-garuk kepala dan “kok bisa ya?”

Akting & Karakter

  • Kaitlyn Santa Juana (Stefani) tampil sebagai protagonis yang relatable, meski karakternya agak netral
  • Gabrielle Rose/Brec Bassinger (Iris) tampil kuat, bikin kita peduli sama ikatan keluarga mereka
  • Richard Harmon, Owen Patrick Joyner, Teo Briones & crew lainnya punya chemistry yang baik—karakter terasa punya kedalaman dan membuat kematian mereka makin terasa
  • Tony Todd kembali sebagai Bludworth—ini penampilan terakhir legenda horor itu, dan momen ini bikin suasana emosional banget

Review Kritikus & Penerimaan

  • Rotten Tomatoes: 92% critic score—tinggi banget untuk genre ini
  • Metacritic: Skor 73/100 (favorable)
  • Box Office: Pendapatan global sekitar $272–280 juta dengan budget ~US$50 juta—menjadikannya paling sukses dalam franchise
  • Review media: Banyak yang memuji kills kreatif, humor gelap, dan tribute untuk Tony Todd

Kelebihan & Kekurangan

– Kelebihan:

  • Konsep baru: Death memburu seluruh keturunan, bukan hanya survivor
  • Efek kematian kreatif dan memukau
  • Chemistry keluarga yang terasa tulus dan emosional
  • Sebagai tribute terakhir untuk Tony Todd

– Kekurangan:

  • Alur story kadang ribet karena ingin nyambung semua film FD
  • Sedikit CGI kasar
  • Beberapa karakter gak punya banyak ruang berkembang

Kesimpulan

Kalau kamu nonton film ini cuma buat lihat kills-nya, oke banget. Mau yang nostalgia franchise lama, atau kamu penikmat horor absurd dan kreatif—Bloodlines jawabannya. Buat penggemar lama maupun yang baru coba series Final Destination, film ini adalah tontonan wajib karena Death sekarang ada di keluarga, bukan cuma individu.

👉 Rating aku: 4.5/5 — mencekam, berotak, tapi tetap fatal.

More From Author

7 Fakta Unik Tentang Kopi yang Bikin Kamu Makin Cinta Sama Minuman Ini

Hari Bidan Nasional 2025: Apresiasi di 24 Juni & Ucapan yang Menyentuh