Sempetin.com – Film Indonesia kembali menghadirkan cerita dengan tema yang cukup berbeda melalui Autopsy: Dead Body Can Talk. Alih-alih mengandalkan formula horor dengan kemunculan makhluk gaib, film ini membawa penonton masuk ke dunia kedokteran forensik, tempat sebuah jasad dapat menjadi petunjuk penting untuk mengungkap sebuah kasus.
Film produksi Karya Kreatif Utama ini menarik perhatian karena ceritanya terinspirasi dari sosok nyata, yaitu dokter forensik Polri dr. Sumy Hastry Purwanti. Karakter tersebut diperankan oleh Masayu Anastasia.
Lalu, seperti apa daya tarik Autopsy: Dead Body Can Talk dan kapan film ini dirilis?
Tanggal Rilis Autopsy: Dead Body Can Talk
Autopsy: Dead Body Can Talk dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 3 September 2026. Film ini memiliki durasi 112 menit dan mendapatkan klasifikasi Dewasa 17 Tahun (D17) dari Lembaga Sensor Film.
Sebelum masuk bioskop, film ini telah diperkenalkan kepada publik sejak November 2025. Official trailer dan poster perdananya kemudian dirilis pada 13 Juli 2026 untuk memperkenalkan lebih jauh cerita dan karakter yang akan dibawa ke layar lebar.
Artinya, bagi penonton yang penasaran dengan film ini, tanggal 3 September 2026 menjadi waktu yang perlu dicatat.
Sinopsis Autopsy: Dead Body Can Talk
Film ini mengikuti Hastry, seorang dokter forensik yang menjadikan ilmu pengetahuan dan fakta sebagai dasar pekerjaannya. Melalui pemeriksaan terhadap jenazah, ia berusaha membaca berbagai petunjuk yang dapat membantu mengungkap kebenaran di balik sebuah kematian.
Namun, perjalanan Hastry tidak selalu berjalan sederhana.
Di balik setiap tubuh yang diperiksa, ia menghadapi firasat, empati, dan petunjuk yang tidak selalu mudah dijelaskan dengan logika. Kondisi tersebut kemudian membawa konflik antara sains, nurani, kehidupan pribadi, dan tuntutan profesional sebagai seorang dokter forensik.
Konsep inilah yang membuat judul Dead Body Can Talk terasa relevan. Jasad memang tidak dapat berbicara secara harfiah, tetapi jejak yang ditinggalkan tubuh dapat menjadi “bahasa” yang membantu penyidik memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Terinspirasi dari Kisah Nyata Dokter Forensik Indonesia
Salah satu daya tarik terbesar film ini adalah sumber ceritanya.
Autopsy: Dead Body Can Talk terinspirasi dari perjalanan karier dr. Sumy Hastry Purwanti, dokter forensik yang dikenal karena keterlibatannya dalam berbagai penanganan kasus kematian tidak wajar. Film ini tidak hanya mengambil profesinya sebagai latar, tetapi juga mencoba membawa pengalaman dan perjalanan hidupnya ke dalam cerita.
Pendekatan tersebut membuat film memiliki dimensi yang berbeda. Penonton tidak hanya diajak mengikuti sebuah misteri, tetapi juga melihat bagaimana seorang dokter forensik bekerja menghadapi kasus yang penuh tekanan.
Bukan Sekadar Film Horor
Meskipun terdapat unsur misteri dan pengalaman supranatural dalam perjalanan karakter utamanya, film ini lebih tepat ditempatkan sebagai forensic psychological thriller.
Sutradara Ozan Ruz menekankan sisi psikologis dan realitas sains dalam cerita. Empati terhadap korban menjadi salah satu elemen penting yang membentuk karakter Hastry.
Pendekatan ini menjadi pembeda dari film horor yang biasanya menjadikan sosok menyeramkan sebagai pusat ketegangan. Dalam Autopsy: Dead Body Can Talk, rasa penasaran justru muncul dari pertanyaan: apa yang sebenarnya terjadi sebelum seseorang meninggal, dan bagaimana jejak kematian dapat mengungkapnya?
Dunia Forensik Menjadi Daya Tarik Utama
Dunia kedokteran forensik masih relatif jarang menjadi pusat cerita film Indonesia. Karena itu, penggunaan ruang autopsi, pemeriksaan jenazah, dan proses mencari petunjuk medis memberikan warna tersendiri.
Tim produksi juga berusaha menjaga autentisitas adegan forensik. Berdasarkan laporan ANTARA, proses pembuatan film melibatkan pelatihan dan konsultan untuk membantu tim memahami aspek teknis agar penggambaran forensiknya lebih akurat.
Hal ini penting karena film yang mengangkat profesi medis memiliki tantangan tersendiri. Adegan tidak cukup hanya terlihat meyakinkan secara visual, tetapi juga perlu terasa masuk akal dalam konteks profesinya.
Masayu Anastasia Mendalami Peran Dokter Forensik
Masayu Anastasia menjadi pemeran utama yang memainkan karakter dr. Sumy Hastry. Untuk mendalami karakter tersebut, ia mempelajari istilah kedokteran, lingkungan kepolisian, hingga berbagai aspek prosedur autopsi.
Dalam wawancara yang diberitakan Medcom, Masayu disebut melakukan persiapan khusus untuk memahami dunia forensik yang menjadi bagian penting dalam film.
Keterlibatan pemeran yang serius mempelajari profesi karakter tentu menjadi modal penting. Terlebih, dokter forensik bukanlah profesi yang mudah digambarkan hanya melalui kostum dan dialog.
Daftar Pemain Autopsy: Dead Body Can Talk
Selain Masayu Anastasia sebagai dr. Sumy Hastry, film ini menghadirkan sejumlah aktor Indonesia, antara lain:
- Samuel Rizal
- Teuku Rifnu Wikana
- Ge Pamungkas
- Riyuka Bunga
- Indra Frimawan
- Abdurrahman Arif
- Zidni Hakim
- Nagra Pakusadewo
- Andrew Suleiman
Daftar pemeran tersebut tercantum dalam informasi produksi dan materi promosi film.
Review Awal: Apa yang Membuat Film Ini Menarik?
Dari konsep dan materi promosi yang telah dirilis, kekuatan utama Autopsy: Dead Body Can Talk terletak pada keberaniannya memilih tema yang tidak terlalu sering digunakan dalam film Indonesia.
Cerita tentang dokter forensik memberikan ruang bagi film untuk membangun misteri melalui bukti dan investigasi, bukan hanya melalui kejutan. Setiap temuan pada jenazah dapat menjadi bagian dari teka-teki yang harus dirangkai.
Pendekatan tersebut juga membuat film berpotensi menarik bagi penonton yang menyukai cerita investigasi dan thriller psikologis.
Namun, karena film baru dijadwalkan tayang pada 3 September 2026, penilaian terhadap akting, alur secara keseluruhan, kualitas penyutradaraan, dan apakah film ini berhasil menjaga ketegangannya belum dapat diberikan secara final sebelum film resmi ditonton.
Dengan demikian, artikel ini merupakan review awal berdasarkan informasi resmi, trailer, dan materi publikasi film, bukan ulasan pascatonton.
Kesimpulan
Autopsy: Dead Body Can Talk menawarkan pendekatan yang cukup segar bagi perfilman Indonesia dengan menjadikan dunia forensik sebagai pusat cerita. Terinspirasi dari perjalanan nyata dr. Sumy Hastry Purwanti, film ini memadukan investigasi, psikologi, misteri, dan aspek sains forensik.
Kehadiran Masayu Anastasia sebagai tokoh utama juga menjadi salah satu alasan film ini menarik untuk ditunggu.
Film Autopsy: Dead Body Can Talk dijadwalkan tayang pada 3 September 2026 di bioskop Indonesia dengan klasifikasi usia 17 tahun ke atas.
Bagi pencinta film thriller investigatif, film ini menawarkan pertanyaan sederhana tetapi kuat: ketika orang yang mengetahui kebenaran sudah tidak dapat berbicara, apakah tubuhnya masih bisa memberikan jawaban?

